0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Sistem Basis Data dan Bagaimana Fungsi serta Manfaatnya

Di era perkembangan informasi yang sangat pesat seperti saat ini, data merupakan satu hal penting yang menjadi perhatian banyak orang. Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi merupakan teknologi untuk mengatur bagaimana setiap data ini bergerak. Nantinya setiap data-data ini akan terkumpul dalam sistem basis data.

Secara singkat sistem basis data adalah sebuah cara untuk mencatat, mengolah, menampilkan, dan menggunakan sebuah data dalam skala yang cukup besar. Sistem ini akan bekerja untuk mengatur semua hal tersebut. Itulah mengapa manajemen basis data merupakan satu hal penting dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Apa itu Sistem Basis Data

Sistem basis Data atau mungkin kamu lebih sering mendengar dengan database system, merupakan sebuah cara untuk mengumpulkan, menyimpan, menampilkan, dan mengolah berbagai data pada sebuah sistem.

Semua data tersebut akan tersimpan pada sebuah perangkat yang biasa kamu kenal dengan data server. Nantinya, ketika kamu membutuhkan data tersebut maka kamu bisa dengan mudah untuk mengaksesnya.

Secara pengertian sederhana, sistem manajemen basis data mungkin akan terlihat seperti penggunaan harddisk. Namun jika kamu lihat lebih luas, maka penggunaan database system ini juga bisa untuk melakukan  banyak hal.

Pengelolaan basis data yang baik bisa bermanfaat untuk banyak hal. Saat ini, bahkan database system tidak hanya berguna untuk teknologi informasi dan komunikasi saja. Tapi hampir semua sektor sudah menggunakan hal ini untuk memudahkan dan mengembangkan kerja mereka.

Komponen Sistem Basis Data

Pada pengaplikasiaanya, maka penggunaan database system ini juga akan membutuhkan beberapa hal untuk bekerja. Beberapa komponen sistem basis data adalah:

1. Pengguna

Pengguna atau user merupakan orang yang mempunyai wewenang atau akses ke database system . Nantinya, mereka inilah yang akan melakukan pengolahan terhadap data yang ada tersebut. Lebih lanjut, pengguna itu sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis menurut kemampuan dan wewenang mereka dalam sistem manajemen basis data.

Jenis pengguna database system adalah:

Application Programmer

Ini merupakan orang yang membuat database system itu sendiri. Mereka akan mengurusi sisi back end dari sistem basis data.

Application Desainer

Tugas dan tanggung jawabnya mirip dengan seorang application programmer, bedanya orang ini akan mengurusi sisi front end dari database system yang ada.

Administrator

Ini merupakan jenis pengguna yang memiliki hak penuh terhadap basis data tersebut. Pengguna jenis ini memiliki hak dan wewenang untuk melakukan semua hal yang terkait dengan pengolahan data termasuk pencatatan, penghapusan, perubahan, dan lain-lain.

End User

Ini merupakan jenis pengguna basis data yang bisa menggunakan sistem tersebut. Namun biasanya pengguna jenis ini hanya memiliki wewenang tertentu. Sebagai contoh, end user hanya bisa melihat data yang ada tanpa bisa menambah atau mengurangi. Atau bisa saja, end user hanya bisa menambah tetapi tidak bisa merubah atau menghapus.

2. Data

Komponen penting lainnya dalam database system tentu saja adalah data itu sendiri. Data merupakan informasi terkait suatu hal. Maka dari itu, basis data merupakan kumpulan dari banyak informasi tentang suatu hal yang saling terkait.

Sebagai contoh, sistem manajemen basis data tentang UMKM di sebuah provinsi. Nantinya, setiap data dari UMKM tersebut seperti alamat usaha, jenis usaha, kemampuan produksi, jumlah pekerja, pendapatan harian, dan lain-lain akan tersimpan dalam sebuah sistem. Sistem tersebut juga akan menyimpan data dari UMKM lain. Kumpulan data inilah yang akan menjadi sistem manajemen basis data.

3. Software Database Management System

Komponen lainnya yang juga cukup penting dalam database system adalah software pendukungnya. Software inilah yang nantinya akan kamu gunakan untuk mengolah semua data yang kamu punya. Selain itu, software ini juga akan membantu kamu untuk memelihara dan mengontrol penggunaan basis data tersebut menjadi lebih cepat, mudah dan efisien.

Penggunaan software ini juga akan berpengaruh ke end user. Hal ini untuk membuat cara akses yang mudah dan juga penyajian data yang mudah untuk mereka mengerti. Beberapa contoh software sistem manajemen basis data yang banyak penggunanya saat ini seperti Oracle database system ataupun MySQL.

4. Sistem Operasi

Hal lain yang juga menjadi komponen dalam sistem basis data adalah sistem operasi yang kamu gunakan. Sistem operasi ini akan sangat berkaitan dengan software database system yang kamu gunakan. Nantinya sistem operasi ini akan menjadi tempat software sistem manajemen basis data tersebut terpasang.

Sistem operasi ini juga harus bisa mendukung semua sumber daya yang software database system butuhkan. Termasuk nantinya bisa melakukan beberapa operasi dasar. Saat ini beberapa sistem operasi yang banyak digunakan untuk kebutuhan database system ini seperti Windows ataupun Linux.

5. Hardware

Yang tidak kalah pentingnya dalam komponen sistem basis data adalah hardware atau perangkat keras. Secara sederhana, perangkat keras ini termasuk komputer, server, memory, dan lain-lain yang menjadi tempat untuk menyimpan berbagai kumpulan data tersebut.

Jika sebelumnya telah dijelaskan jika penggunaan database system bekerja seperti harddisk, maka ini merupakan contohnya. Perangkat keras ini akan menjadi tempat basis data tersebut tersimpan secara fisik. Biasanya kamu juga akan mengenal komponen ini dengan data server.

6. Support System

Hal lain yang juga menjadi komponen database system adalah supporting system. Hal ini baik pada sisi software maupun hardware. Fungsinya tentu saja untuk membuat database system menjadi lebih baik. Sebagai contoh, penggunaan sistem pendukung ini berguna untuk membuat basis data aman dari virus atau serangan hacker, membuat pengolahan pada database system menjadi lebih cepat dan efisien, membuat penyuguhan data menjadi lebih menarik, dan lain-lain.

Jika dilihat dari sisi hardware, maka penggunaan sistem pendukung ini seperti membuat server data tidak mudah panas, membuat server data bisa saling back up satu sama lain, efisiensi penggunaan sumber daya, dan lain-lain.

Penggunaan Bahasa pada Sistem Basis Data

Pada prosesnya, pembuatan database system ini merupakan operasi seperti penambahan atau pengurangan data, membuat data baru atau menghapus data lama. Selain itu, proses lainnya seperti menampilkan, mengisi, mengubah, dan lain-lain. Sekumpulan proses ini akan kamu lakukan dengan menggunakan bahasa atau perintah pada database system .

Pada sisi end user, mungkin penggunaan bahasa database system ini tidak terlalu dibutuhkan. Biasanya pada sisi end user, bahasa basis data itu sendiri sudah dirubah ke bahasa yang mudah dipahami oleh end user.

Secara umum penggunaan bahasa pada sistem manajemen basis data akan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Data Definition Language

Data definition language atau DDL merupakan bahasa pada database system yang penggunaannya untuk membangun basis data itu sendiri. Nantinya, penggunaan bahasa ini adalah untuk membangun, mengindeks, membuat struktur, dan hal lain yang berhubungan dengan proses pembuatan basis data tersebut.

2. Data Manipulation Language

Data manipulation language merupakan bahasa pada sistem basis data yang penggunaannya ketika mengakses basis data. Seperti namanya, penggunaan bahasa ini adalah untuk melakukan manipulasi atau modifikasi pada data. Bahasa ini biasanya berkaitan dengan penambahan atau pengurangan data, mengubah data, mengambil data, menyisipkan data, menampilkan data, dan lain-lain.

Pada penggunaanya juga data manipulation language ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

Data Manipulation Language Prosedural

Ini merupakan penggunaan bahasa pada sistem basis data yang mengharuskan pengguna untuk menentukan data mana yang akan mereka olah dan bagaimana cara mendapatkannya. DML prosedural ini juga biasa kamu kenal dengan DML one at a time. DML prosedural ini juga termasuk ke dalam jenis bahasa dengan tingkat kerumitan tinggi atau bahasa tingkat rendah. Hal ini karena jenis bahasa ini termasuk sulit untuk dimengerti dan juga bukan bahasa sehari-hari manusia.

Data Manipulation Language Non Prosedural

Ini merupakan bahasa pada sistem basis data yang memungkinkan pengguna bisa menentukan data mana yang akan mereka olah tanpa harus memikirkan cara mendapatkannya. DML non prosedural ini juga akan kamu kenal dengan nama DML set a time. Bahasa ini juga merupakan bahasa tingkat tinggi atau bahasa dengan tingkat kerumitan yang rendah. Hal ini karena bahasa ini cukup mudah kamu mengerti dan juga hampir mirip dengan bahasa komunikasi manusia sehari-hari.

Fungsi Sistem Basis Data

Sistem basis data sendiri tercipta sebagai cara mengolah banyak data dengan lebih cepat dan efisien. Salah satu fungsi sistem basis data adalah untuk meminimalisir beberapa kesalahan yang mungkin terjadi jika pengolahan data kamu lakukan secara manual. Beberapa fungsi database system antara lain:

1. Menghindari Redudansi Data

Salah satu alasan penggunaan sistem manajemen basis data adalah untuk menghindari redudansi data. Hal ini adalah kemungkinan adanya data yang sama dan identik tercatat beberapa kali. Nantinya hal ini juga berguna untuk memastikan jumlah data berada pada nilai yang benar.

2. Menghindari Anomali Data

Selain redudansi, hal lain yang juga mungkin terjadi jika pengolahan data kamu lakukan dengan manual adalah terjadinya anomali data. Biasanya, anomali ini terjadi ketika ada input yang tidak sesuai. Contohnya, memasukan alamat email untuk form alamat rumah.

Kemungkinan ini bisa kamu hindari dengan menggunakan sistem manajemen basis data. Hal ini karena sistem basis data bisa kamu buat dengan format tertentu untuk beberapa nilai yang akan user masukan. Misalnya, form pada alamat email harus menggunakan tanda @ atau form pada no NIK harus berisikan 16 angka.

3, Menghindari Inkonsistensi Data

Inkonsistensi data sebenarnya mirip dengan redudansi data. Bedanya, pada inkonsistensi ini datanya mirip namun tidak identik. Misalkan, pada sistem basis data sebuah kampus ada dua mahasiswa yang memiliki NIM yang sama. Kemungkinan hal ini terjadi bisa kamu hindari ketika kamu menggunakan database system

4. Sinkronisasi Data

Sistem basis data memungkinkan kamu untuk mengolah data dalam jumlah besar yang bisa kamu akses dari mana saja. Dengan menggunakan cara ini maka memungkinkan kamu untuk melakukan perubahan pada data dari manapun dan hasilnya bisa diolah dengan lebih cepat. Misalkan, kamu ingin merubah alamat pada database kampus kamu. Maka kamu tidak perlu datang ke kampus.

Kamu bisa melakukannya dari rumah. Kamu cukup mengakses halaman database kamu lalu melakukan perubahan yang kamu perlukan. Nantinya data milik kamu akan otomatis berubah. Pada tahapan lebih tinggi, sinkronisasi data ini juga memungkinkan cara ketika banyak orang mengakses data yang sama dalam waktu bersamaan dan melakukan banyak perubahan dalam waktu yang bersamaan juga.

Hal ini akan membuat semua perubahan tersebut bisa terbaca satu sama lain dengan cepat. Hal ini mungkin akan banyak kamu gunakan pada metode file sharing. Ini juga merupakan salah satu fungsi dari penggunaan database system .

5. Kontrol Data

Penggunaan sistem basis data juga memungkinkan untuk membatasi akses dari beberapa orang. Misalkan, kamu hanya bisa mengakses data milik kamu sendiri tanpa bisa mengakses data orang lain. Atau kamu bisa melihat data orang lain tapi hanya beberapa informasi saja.

Nantinya kontrol data ini akan memungkinkan siapa yang berhak dan tidak. Siapa yang punya akses atau wewenang dan siapa yang tidak. Fungsi ini juga akan berkaitan dengan keamanan dari database system itu sendiri.

6. Melakukan Backup Data

Fungsi lain dari penggunaan database system ini juga untuk melakukan pencadangan data. Kamu bisa mengatur pada sistem basis data kamu untuk melakukan backup pada setiap data yang ada. Nantinya ketika data itu tidak sengaja terhapus atau hilang, maka pemulihannya menjadi cukup mudah.

Struktur Basis Data

Pada pembuatannya, sistem basis data ini akan memiliki banyak sekali nilai yang terinput. Semua nilai tadi akan tersimpan dalam media penyimpanan. Dan untuk memudahkan, maka database system tadi akan terdiri dari beberapa struktur, yaitu:

1. Field

Ini merupakan struktur terkecil dari sebuah sistem basis data. Field ini hanya akan berisi nilai untuk satu form. Contohnya no induk, alamat, no kontak, dan lain-lain

2. Record

Secara mudah, record merupakan gabungan dari beberapa field yang saling terkait. Contoh, keterkaitan antara NIM, Nama, alamat, dan lainnya akan menjadi record untuk database Mahasiswa A. Dalam penggunaan lain, contohnya adalah kumpulan field dari nama mahasiswa maka akan menjadi record untuk database nama mahasiswa.

3. Tabel

Tabel merupakan kumpulan record yang saling terkait. Misalkan. Kumpulan record database mahasiswa maka akan menjadi tabel database mahasiswa kampus A.

4. Basis Data.

Kumpulan dari semua tabel tadi akan menjadi basis data. Nantinya, pada tahap ini maka penggunaan dari tabel dan record bisa saja diklasifikasikan berbeda. Misalkan menjadi record khusus no induk tanpa nama. Atau record khusus nama tanpa alamat.

Hal yang sama juga biasa terjadi pada tabel. Misalnya, kumpulan record nama mahasiswa yang saling terkait karena fakultas yang sama maka akan menjadi tabel mahasiswa fakultas A.

Penggunaan basis data memang akan sangat menyesuaikan dengan apa yang kamu butuhkan. Sehingga perubahannya pun bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan. Namun secara ringkas, maka struktur basis data bisa kamu jelaskan dengan alur seperti ini;

  • Basis data merupakan kumpulan dari tabel
  • Tabel merupakan kumpulan dari record yang saling terkait
  • Record merupakan sekumpulan field yang saling terkait
  • Field merupakan nilai input terkecil dari sebuah data.

Jenis Sistem Basis Data

Pada penggunaanya sehari-hari, kita akan mengenal beberapa jenis sistem manajemen basis data. Nantinya, setiap jenis ini juga akan memiliki software atau produk yang bisa kamu gunakan. Beberapa jenis sistem basis data tersebut antara lain:

1. Operational Database

Ini merupakan jenis database yang pada penggunaanya memungkinkan pengelolaan data kamu lakukan dengan dinamis. Ini merupakan jenis yang memungkinkan kamu untuk mengolah data secara real time. Yang mana setiap pengguna bisa melihat dan merubah data yang ada secara langsung. Perubahannnya juga akan langsung terlihat. Beberapa jenis produk yang memungkinkan melakukan pengolahan data ini antara lain:

●     JSON

JSON atau Javascript Object Notation merupakan format berupa teks untuk kebutuhan transfer data. Mungkin ini merupakan format yang paling sering kalian gunakan untuk masalah transfer data secara real time. Biasanya penggunaan format ini akan kamu gunakan pada web, baik pada web browser maupun web server. Format JSON sendiri menggunakan bahasa pemrograman Javascript.

●     XML

Secara sruktur XML ini mirip dengan JSON, namun XML ini lebih mudah untuk terbaca oleh manusia. XML atau Extensible Markup Language merupakan bahasa markup yang bisa membuat sebuah file bisa terbaca oleh manusia dan mesin atau komputer. Nantinya, format XML ini juga akan menghasilkan format yang lebih mudah terbaca ketika menampilkan sistem basis data.

Format data dari XML ini juga berupa teks. Selain itu, XML juga memungkinkan perubahan data terjadi secara real time.

2. Warehouse Database

Jika kamu pernah mendengar tentang analisis data, maka hal tersebut merupakan salah satu hal yang bisa kamu lakukan pada sistem basis data dengan jenis warehouse ini. Database warehouse ini merupakan jenis database system yang memungkinkan untuk melakukan pelaporan dan analisis pada data yang ada. Biasanya, database system ini akan terdiri dari banyak resource. Yang mana bisa saja resources tersebut merupakan database lainnya.

Nantinya sistem basis data ini akan menjadi sentral yang mana akan menyimpan berbagai macam data terkini dan juga data sebelumnya. Bahkan, sistem basis data ini juga bisa kamu gunakan untuk membuat analisa data selanjutnya.

Produk yang memungkinkan untuk melakukan operasi pada jenis sistem basis data seperti ini contohnya adalah Microsoft SQL Server. Ini merupakan software database server milik Microsoft. Ada 12 versi dari software ini. masing-masing versi memiliki fungsi dan peruntukan yang berbeda.

3. Distributed Database

Jenis sistem basis data lainnya adalah distributed database. Ini merupakan database system yang mana perangkat penyimpanannya tidak tersimpan pada perangkat yang sama. Jenis database ini memungkinkan penyimpanan terjadi pada banyak perangkat komputer, baik yang terdapat pada satu tempat maupun yang tersebar di banyak tempat dan terkoneksi melalui sebuah network.

Nantinya administrator dari sistem basis data ini akan mengumpulkan data dari berbagai tempat pada satu lokasi server. Jenis sistem ini juga memungkinkan data terdistribusi dari berbagai tempat. Sehingga input bisa dilakukan dari banyak perangkat.

4. Relational Database

Mungkin ini merupakan jenis database yang sangat sering berhubungan dengan kamu. Relational database merupakan sistem basis data yang akan mengolah dan mengorganisir data berdasarkan keterkaitan tertentu. Pada penggunaanya, banyak sekali jenis bahasa pemrograman untuk mengatur jenis database system. Satu yang sangat terkenal adalah Structured Query Language atau SQL.

Beberapa produk yang memungkinkan untuk melakukan operasi jenis sistem basis data ini antara lain:

●     MySQL

Salah satu produk yang memungkinkan untuk relational database adalah  MySQL. Bahkan ini merupakan salah satu produk database yang banyak penggunanya saat ini. beberapa aplikasi terkenal juga menggunakan produk untuk sistem manajemen basis data mereka.

●     PostgreSQL

Produk lainnya yang juga bisa melakukan operasi relational database adalah postgreSQL. Sistem ini mampu untuk menyimpan data dengan aman dan menampilkan data tersebut ketika ada permintaan. Secara default, produk ini bekerja pada Mac OS Server. Sementara penggunaan pada server berbasis Windows atau Linux perlu melakukan beberapa penyesuaian.

●     MariaDB

Ini merupakan produk database dengan jenis relational yang merupakan pengembangan dari MySQL dasar. Ini merupakan versi upgrade dari MySQL dengan tujuan tertentu. Pengembangan software ini sendiri dilakukan oleh para pengembang MySQL dengan bantuan dari beberapa pihak.

●     Oracle Database

Sesuai namanya, ini merupakan produk database milik Oracle. Pada penggunaanya, produk ini menggunakan memory server side untuk sistem global. Nantinya, semua cache, perintah SQL, dan juga informasi pengguna akan tersimpan pada sistem tersebut.

●     SAP HANA

Ini merupakan produk database yang menggunakan relasi antar tabel. Nantinya fokus utama dari sistem ini adalah menyimpan dan juga menampilkan data sesuai dengan permintaan. Lebih lanjut, produk ini juga mampu untuk melakukan analisa, prediksi, proses data, pencarian data, dan juga pemrosesan grafik data.

●     IBM Db2

Ini merupakan produk sistem basis data milik IBM. Awalnya, sistem ini hanya untuk perangkat IBM saja. Namun saat ini, sistem database relational ini juga bisa kamu gunakan untuk berbagai perangkat lain. Salah satu keunggulan dari sistem ini juga mampu mendukung fitur untuk jenis database lain seperti JSON contohnya.

●     Firebird

Ini merupakan salah satu produk database relational yang bersifat open source. Keunggulan lain dari sistem ini juga karena mampu berjalan di hampir semua sistem operasi.

5. End User Database

Ini merupakan jenis penggunaan database pada sisi end user. Biasanya, jenis ini tidak membutuhkan sistem dan manajemen yang rumit. Jenis ini juga biasanya identik dengan database pada client server dan tersimpan pada end user.

Nantinya sistem basis data ini hanya berlaku untuk penyimpanan lokal. Sistem ini juga cukup banyak penggunaannya. Salah satu produk yang bisa kamu coba untuk melakukan operasi jenis ini adalah SQLite.

Mengapa Sistem Basis Data Menjadi Penting

Lalu pertanyaan yang mungkin terpikirkan selanjutnya adalah mengapa sistem basis data ini menjadi penting di era seperti sekarang? Bukan hanya untuk kemudahan akses, database system yang ada saat ini memungkinkan untuk melakukan banyak hal. Salah satunya adalah analisis.

Hampir semua hal yang berkaitan dengan analisis akan menggunakan data yang sudah ada untuk menciptakan perkiraan. Sebagai contoh, analisis harga saham tentu akan menggunakan data harga saham pada waktu-waktu sebelumnya. Lalu bisa memperkirakan berapa prediksi harga saham ke depannya.

Selain itu, beberapa alasan lain mengapa sistem basis data menjadi penting adalah:

1. Memudahkan Proses Mengingat

Ada banyak hal yang bisa tersimpan pada sistem basis data. Misalkan, sistem database no handphone. Bayangkan jika kamu harus mengingat 1000 no telepon. Proses tersebut tentu akan sulit. Dengan menggunakan database system, maka kamu tidak perlu mengingatnya. Kamu hanya perlu ingat bagaimana cara menyimpannya, di mana kamu menyimpannya, dan bagaimana cara menampilkannya.

Nantinya data yang kamu butuhkan akan muncul ketika kamu cari. Proses ini juga berlaku untuk data yang lebih luas dan lebih banyak.

2. Efisiensi Pencarian Informasi

Misalkan kamu adalah HRD di sebuah perusahaan. Ketika kamu membutuhkan no induk karyawan, mungkin kamu bisa menanyakan langsung pada yang bersangkutan. Jika hanya satu orang mungkin bukan masalah, namun bayangkan jika ada 1000 orang yang kamu butuhkan. Tentu prosesnya akan memakan waktu.

Dengan menggunakan sistem manajemen basis data, maka hal tersebut bisa kamu hindari. Kamu hanya tinggal mencari pada database system yang ada. Dan informasi tersebut sudah bisa kamu dapatkan.

3. Kemudahan untuk Melakukan Pengelompokan

Jika kamu memiliki 1000 karyawan dengan berbagai latar belakang. Misalkan jenjang pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan dasar, jenis kelamin, dan lain-lain. Lalu kamu membutuhkan karyawan dengan latar belakang spesifik. Misal jenjang pendidikan S1. Pengalaman kerja 3 tahun. Kemampuan dasar mampu berbahasa Inggris, dan berjenis kelamin laki-laki.

Jika kamu melakukan pencarian secara manual, tentu akan sulit dan memakan waktu cukup lama. Namun dengan bantuan sistem basis data, maka hal tersebut akan menjadi lebih mudah. Database system akan mampu mengelompokan data yang ada berdasarkan kategori tertentu. Nantinya, data yang muncul pun akan sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.

4. Otomatisasi

Hal lain yang juga membuat penggunaan sistem basis data ini menjadi penting adalah karena kebutuhan otomatisasi. Misalkan pada mesin absen karyawan. Setiap kali karyawan absen, maka database server akan mencatat 1 kehadiran. Hal tersebut akan otomatis menambah tunjangan penghasilan yang nantinya akan ia dapatkan.

Sistem ini akan memudahkan karena tidak perlu lagi ada sistem penghitungan manual. Selain lebih cepat, cara ini juga lebih transparan. Sehingga walaupun terjadi kesalahan maka koreksi bisa langsung kamu lakukan. Itulah beberapa hal tentang sistem basis data yang perlu kamu pahami. Penggunaan sistem manajemen basis data merupakan hal yang banyak digunakan saat ini. Terutama ketika perkembangan teknologi informasi menjadi semakin pesat. Penggunaan database ini juga menjadi hal yang penting, salah satunya untuk kebutuhan pengolahan data.

Tulis Komentar